Cogito, ergo sum.

Cogito ergo sum

              

"Cogito, ergo sum" dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai "Aku berpikir, maka aku ada." Ini adalah proposisi filosofis dari René Descartes yang menyatakan bahwa tindakan berpikir adalah bukti dari keberadaan diri seseorang. Descartes menggunakan prinsip ini sebagai titik awal yang jelas untuk filsafatnya, dengan berargumen bahwa meskipun seseorang dapat meragukan segalanya, fakta bahwa ia meragukan menunjukkan adanya pikiran, dan karenanya, keberadaan.

Dalam usahanya untuk menemukan fondasi yang kokoh bagi pengetahuan, Descartes sampai pada kesimpulan bahwa meskipun ia bisa meragukan segala hal, termasuk keberadaan dunia luar dan bahkan tubuhnya sendiri, ia tidak bisa meragukan kenyataan bahwa ia sedang berpikir. Proses berpikir ini, menurutnya, membuktikan eksistensinya—bahwa ada "aku" yang meragukan, yang merenung, dan yang mengalami.

Dengan kata lain, walaupun semua hal lain mungkin merupakan ilusi, kenyataan bahwa Descartes meragukan hal-hal ini mengonfirmasi bahwa ada sesuatu yang meragukan. Dan jika ada sesuatu yang meragukan, maka ada pemikir—dan pemikir itu pasti ada. Inilah sebabnya mengapa Descartes menyimpulkan bahwa "Aku berpikir, maka aku ada" adalah kebenaran pertama yang tidak bisa diragukan, menjadi dasar dari semua pengetahuan lainnya.


Comments

Post a Comment

Magnum Opus